Soft Computing adalah kumpulan teknik – teknik perhitungan
dalam ilmu komputer, inteligensia semu, machine learning dan beberapa disiplin
ilmu teknik lainnya, yang berusaha untuk mempelajari, memodelkan, dan
menganalisa fenomena yang sangat rumit : untuk metoda yang lebih konvensional
yang tidak memberikan biaya rendah, analitis dan solusi lengkap. Soft computing
berusaha untuk mengintegrasikan beberapa paradigma model perhitungan meliputi
artificial neural network, fuzzy logic dan genetic algorithms.
Bagian-bagian dari Soft Computing sendiri adalah :
1. Fuzzy Logic
2. Neural Networks
3. Probabilistic Reasoning
4. Evolutionary computation
Fuzzy Logic
Fuzzy Logic merupakan suatu representasi dari pengetahuan
yang direkonstruksi dengan if-then rules. Sederhananya, Fuzzy Logic adalah
suatu metode untuk mengontrol sesuatu. Misalnya rekonstruksi if-then,
"Jika cuaca panas, Maka turunkan suhu AC". Disinilah Fuzzy Logic
berperan dalam Teknologi Komputer nantinya.
Secara umum dalam sistem logika fuzzy terdapat empat buah
elemen dasar, yaitu:
- Basis kaidah
(rule base), yang berisi aturan-aturan secara linguistik yang bersumber dari
para pakar.
- Suatu
mekanisme pengambilan keputusan (inference engine), yang memperagakan bagaimana
para pakar mengambil suatu keputusan dengan menerapkan pengetahuan (knowledge).
- Proses
fuzzifikasi (fuzzification), yang mengubah besaran tegas (crisp) ke besaran
fuzzy.
- Proses
defuzzifikasi (defuzzification), yang mengubah besaran fuzzy hasil dari
inference engine, menjadi besaran tegas (crisp).
Neural Networks
Kompleksnya pikiran manusia juga merupakan masa depan dari
komputer yang menggunakan Soft Computing. Neural Networks adalah tiruan dari
jaringan saraf-saraf manusia yang terhubung dan membentuk sistem. Jadi metode
ini ditujukan untuk meniru saraf manusia yang kompleks dan dapat menyimpan
memori.
Model jaringan syaraf ditunjukkan dengan kemampuannya dalam
emulasi, analisis, prediksi dan asosiasi. Kemampuan yang dimiliki jaringan
syaraf tiruan dapat digunakan untuk belajar dan menghasilkan aturan atau
operasi dari beberapa contoh atau input yang dimasukkan dan membuat prediksi
tentang kemungkinan output yang akan muncul atau menyimpan karakteristik input
yang diberikan kepada jaringan syaraf tiruan.
Salah satu organisasi yang sering digunakan dalam paradigma
jaringan syaraf tiruan adalah perambatan galat mundur atau backpropagation. (Hermawan, 2006).
Probabilistic Reasoning
Probabilistic Reasoning adalah metode Soft Computing juga
untuk membuat komputer atau suatu device mengambil keputusan layaknya makhluk
hidup. Jadi, dari semua data-data yang sudah dimiliki, metode ini memberikan
pola-pola tertentu untuk mengambil keputusan.
Evolutionary computation
Evolutionary computation merupakan suatu wilayah ilmu
komputer yang menggunakan pola pikir dari konsep dan prinsip dasar dari evolusi
alam, yaitu prinsip seleksi alam Darwinisme, sebagai inspirasi dalam
perancangan metode komputasi. Dalam proses seleksi alam, siap yang kuat (yang
bisa beradaptasi) dialah yang bisa bertahan. Ternyata ide ini telah berkembang
sejak tahun 1940an, jauh sebelum periode dimana komputer berkembang pesat.
Tahun 1948, Turing memperkenalkan istilah “genetical or evolutionary search”
dan tahun 1962 Bremermann melakukan eksperimen tentang “optimisasi melalui
evolusi dan kombinasi ulang (optimization through evolution and recombination)”
. Pada era tahun 1960an, tiga implementasi ide dasar ini dikembangkan
masing-masing di tempat berlainan. Di Amerika, Fogel, Owens, dan Walsh memperkenalkan
Evolutionary Programming, sedangkan Holland (juga di Amerika) menyebut
metodenya sebagai Genetic Algorithm. Sementara itu di Jerman, Rechenberg dan
Schwefel menemukan metode Evolution Strategies. Selama lima belas tahun
berikutnya, metode tersebut dikembangkan secara terpisah, namun sejak awal
tahun 1990an ketiganya dipandang sebagai tiga jenis representasi (dialek) dari
satu teknologi yang diberi nama Evolutionary Computing. Di awal tahun 1990an
juga bergabung dalam arus pemikiran ini suatu metode baru, yaitu Genetic
Programming, yang dipelopori oleh Koza.
Soft Computing menjadi satu diantara solusi daripada
permasalahan di dunia. Kenapa? Dengan adanya unsur-unsur pokok dalam metode ini
diharapkan akan menciptakan suatu sistem yang cerdas, mudah diproses serta
membutuhkan biaya yang tidak banyak.
Banyak contoh-contoh riset yang sekarang mulai
mengimplementasikan Soft Computing, seperti AC yang hanya hidup ketika AC
tersebut merasakan adanya panas dari sensornya, dan TV yang menggunakan
"Eye Recognition" dimana TV tersebut akan Shut Down otomatis ketika yang
menonton TV sudah memejamkan mata dan tertangkap sensor TV.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar