Sabtu, 23 April 2016

Puisi Cita Cita

3.PUISI CITA CITA



Cita-citaku
begitu banyak tantangan
hidup ini berliku-liku
sehingga memacu kita
untuk terus bersemangat
dan berjuang
cita-cita
adalah impian yang
harus dikejar,di picu dengan
semangat,doa,kerja keras dan motivasi
semangat adalah hal yang paling penting dalam mengejar cita-cita
karna tanpa semangat tidak akan
ada tujuan tuk meraih cita-cita
doa serta dukungan orang tua
memudahkan kesukses kita meraih
masa depan lebih mudah
kerja keras dan motivasi
memacu kita agar lebih
semangat dalam mengejar cita-cita…

Konsep Budaya Dalam Kesastraan

2. CERITA FIKSI
   Suatu zaman hidup lah tiga ekor babi kecil yang hidup bersama ibunya. Ketiga ekor babi kecil ini begitu cepat tumbuh besar. Suatu hari ibunda mereka memberi mereka wejangan untuk membangun rumah tinggal masing-masing agar terhindar dari serigala. Serigala adalah binatang yang paling ditakuti oleh ketiga ekor babi ini dan ibundanya. Spontan mereka panik, mereka yang selalu bersikap seperti babi yang masih kecil dan manja sekarang harus hidup mandiri.
   Tibalah saat mereka mandiri, ketika mereka berjalan bertemulah ketiga ekor babi itu dengan seorang yang membawa jerami. Dengan cepat dan tanpa pikir panjang, babi pertama meminta jerami itu. Akhirnya babi pertama membangun rumah berbahan jerami. Babi ketiga makin putus asa ketika babi kedua bertemu dengan seseorang yang membawa kayu dan kayu itu diberikan kepada babi kedua serta dengan cepat ia bangun rumah tersebut.
 Babi ketiga dalam keputusasaan tetapi ia tetap sabar. Akhirnya ia merasa senang ketia ia bertemu dengan seseorang yang membawa bata dan memberikan bata itu padanya. Dalam sekejap rumah itu berdiri kokoh dan babi ketiga yakin bahwa serigala tak akan memangsanya.
         Masalah pun datang, serigala mendatangi rumah tiap babi. Dengan sekali tiup saja, rumah babi pertama dan kedua langsung roboh tak bersisa termasuk para pemiliknya si babi pertama dan kedua. Dengan perut yang kenyang serigala mendatangi rumah babi ketiga, tentu saja untuk memangsanya lagi. Ditupnya rumah babi ketiga berulang kali, hingga angin dari tiupannya tak dapat berhembus lagi. Serigala marah dan kembali merasa lapar.
         Dengan berbagai akal serigala membujuk babi ketiga. Mulai dari bertemu di kebun lobak pukul empat sore. Tapi babi ketiga tahu bahwa serigala ingin memangsanya. Babi ketiga datang lebih awal dan mengisi keranjangnya dengan lobak hingga penuh. Serigala makin kesal, ia pun terus menerus membujuk babi ketiga tapi babi ketiga semakin cerdik.
        Setiap tawaran serigala dijawab dengan kata ia, tapi ia selalu datang lebih awal dan meninggalkan serigala agar selamat. Meskipun ia harus menggelinding dalam sebuah tong yang ia beli ketika mempunyai janji dengan serigala bertemu di festival.
Pada akhirnya serigala termakan oleh rencananya sendiri. Riwayatnya berakhir ketika ia ingin masuk ke rumah babi ketiga melalu cerobong asap. Babi ketiga yang sungguh cerdik, dengan sigap memanaskan air dalam panci tak bertutup dan diletakkan tepat diatas tungku hingga panas.
        Kemudian, serigala pun jatuh dan tersiram bahkan direbus hidup-hidup dalam panci yang berisi air panas tersebut. Secara keseluruhan, buku cerita dongeng Tiga Babi Kecil ini memiliki alur yang sangat menarik dan member beragai inspirasi. Pesan-pesan moralnya begitu banyak dan bermanfaat terutama untuk anak-anak. Dalam pemaparannya juga digunakan bahasa yang mudah dipahami. Namun, ada satu kekuangan, yaitu dalam cerita ini kurang dipaparkan rasa gotong royong dan kekeluargaan dari para tokohnya terutama tiga ekor babi kecil. Walaupun mereka ingin membangun rumah sendiri, tetapi rasa gotong royong itu sangat diperlukan.
Sumber

MITOS

1. PENGERTIAN MITOS
A. Pengertian Mitos
Mitos (bahasa Yunani: μῦθος— mythos) atau mite (bahasa Belanda:mythe) adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas, mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional. Pada umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta, dunia dan para makhluk penghuninya, bentuk topografi, kisah para makhluk supranatural, dan sebagainya. Mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan, sebagai alegori ataupersonifikasi bagi fenomena alam, atau sebagai suatu penjelasan tentang ritual. Mereka disebarkan untuk menyampaikan pengalamanreligius atau ideal, untuk membentuk model sifat-sifat tertentu, dan sebagai bahan ajaran dalam suatu komunitas.
B.mengapa orang percaya mitos

Mitos sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat tradisional yang masih sangat kental budaya kedaerahannya. Mereka kebanyakan mengabaikan logika dan lebih mempercayai hal-hal yang sudah turun temurun dari nenek moyang. Pada dasarnya, mitos orang zaman dahulu memiliki tujuan yang baik untuk kelangsungan hidup keturunannya. Tetapi mereka cenderung menggunakan cara yang keras atau lebih tepatnya tidak masuk akal tidak bisa diterima oleh logika. Misalnya orang tua melarang anak perempuannya makan di tengah pintu. “Marai ditolak joko“ (menyebabkan ditolak jejaka,Red) kata mereka yang mempercayai mitos. Jika hal ini dipikir secara logika, apa hubungannya antara makan di tengah pintu dengan ditolak joko sulit mendapatkan pasangan. Maka dari itu, orang- orang zaman sekarang banyak yang tidak mempercayainya. Padahal maksud dari mitos tersebut jika dicermati, banyak kaitannya dengan etika dalam kehidupan kita. Jika kita makan di tengah pintu maka ketika ada orang yang bertamu ke rumah kita, cenderung mengurungkan niatnya.
C.CONTOH MITOS ,DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI MITOS

Berbagai Mitos Orang Jawa

1. Pertanda Dari Suara Burung
Suara burung tertentu menurut orang Jawa bisa menjadi sebuah pertanda, baik ataupun buruk. Contoh suara burung yang menandakan pertanda baik dan buruk antara lain:
·         Burung Prenjak, jika kita mendengar atau suara burung Prenjak berkicau di sekitar rumah kita itu tandanya kita akan mendapatkan rizki, entah berupa uang atau akan ada sanak saudara kita dari jauh yang akan mengunjungi kita.
·         Burung Gagak (sejenisnya), bunyi burung gagak merupakan pertanda yang buruk. Misal di sebuah desa selama beberapa hari ada burung gagak yang berbunyi terus menerus, hal tersebut menandakan akan adanya musibah di desa tersebut misal saja kematian seseorang.
2. Celaka Bila Menabrak Kucing
Menabrak kucing di jalan merupakan pertanda buruk bagi orang yang menabraknya. Misal saja seseorang ingin pergi ke luar kota kemudian tidak sengaja menabrak kucing, maka sebaiknya orang tersebut membatalkan perjalanannya. Untuk menghindari musibah yang mungkin terjadi, kita harus merawat kucing tersebut jika masih hidup atau menguburkannya jika mati.
3. Dilarang Bersiul Di Sore (Magrib) dan Malam Hari
Dalam mitos Jawa kita di larang bersiul saat petang/malam hari. Bersiul di malam hari di anggap sebagai panggilan terhadap makhluk halus.

DAMPAK NEGATIF MITOS
Mitos memang tidak bisa dilepaskan dengan perjalanan bangsa Indonesia dari dahulu hingga saat ini,bagi sebagian orang hal tersebut masih dianggap sebuah hal yang tabu atau keramat jika diperbicangkan lebih dalam lagi.Tapi bagi sebagaian tokoh agama,mengumumkan bahwa mengkramatkan beda mati memang haram hukumnya bagi agama Islam untuk di sembah atau di beri sesajen.Dibalik pro & kontra tentang masalah paham tersebut,saya adalah pihak yang mendukung budaya Mitos agar tetap di lestarikan oleh masyarakat kita.Karena dibalik itu semua,ada sisi positif yang bisa kita ambil dari mengkramatkan suatu benda mati atau hidup yang tersebar di setiap wilayah di Indonesia.
DAMPAK POSITIF
1. Mengurangi sifat tangan jahil manusia yang sering mencorat – coret batu,pohon & gedung tua.
2. Melestarikan suatu perkembangan ekosistem alam seperti hewan ikan, burung & labi – labi agar tetap hidup bebas dialamnya tanpa ada perburuan liar yang marak terjadi.
3. Mendukung kegiatan Go Green, karena belakangan ini banyak sekali penebangan secara besar-besaran untuk membangun Mall, Gedung & Jalan Raya agar bisa tetap diminimalisir oleh,beberapa pohon yang di anggap kramat.
4. Menjaga tutur kata & perilaku kita terhadap lingkungan sekitar, karena banyak dari kita yang bertutur kata tidak sopan di beberapa tempat umum.
5. Menjaga tradisi leluruh kita yang sudah ada sejak dahulu kala & menjadi aset budaya bangsa  
6. Lebih bertakwa & berserah diri kepada Tuhan, karena segala sesuatu yang ada di muka Bumi ini adalah ciptaan Tuhan semata.
SUMBER