Rabu, 25 November 2015

TEORI ORGANISASI UMUM 1

MAKALAH TEORI ORGANISASI UMUM 1

PROSES ORGANISASI
Oleh
 Kelompok 6 :
Gatry Amalia Sari 14114470
Muhammad Nur Mubarok 16114981
Triyono Budi Santosa 1A114888
Aldo Yanpratama Riady 10114770
Aditya Nugoho 10114313
Saddam Sanani 19114913

Universitas Gunadarma
Periode 2015-2016

Kata Pengantar

Dengan menyebut nama TUHAN yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakat.

    Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
 Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
    
    Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
    



PENDAHULUAN

Organisasi merupakan proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu suatu struktur atau pola hubungan kerja dari orang-orang dalam suatu kelompok. Secara umum organisasi merupakan perwujudan untuk mencapai tujuan bersama dengan cara bekerja sama satu sama lain. Dalam makalah ini, akan dibahas lebih lanjut mengenai Proses dalam Organisasi. Proses dalam organisasi meliputi pengambil keputusan serta proses memengaruhi. Di dalam organisasi itu sendiri sering kali kita temukan proses serta metode/teknik dalam mengambil keputusan. Ada organisasi atau perusahaan yang menggunakan waktu serta seluruh tenaga nya untuk mengambil keputusan secara tepat tetapi memakan waktu yang lama, atau mengambil keputusan dengan berani dan cepat, namun banyak juga yang berujung pada kesalahan fatal akibat pengambil keputusan yang bersifat kamikaze tersebut.
Misalnya saja seperti Perusahaan Yamaha yang telah mempertimbangkan dengan matang dan tepat untuk berani meluncurkan sepeda motor model skutik Mio pada tahun 2001. Tak lama kemudian penjualannya bertambah 10 kali lipat di tanah air. Keputusan yang dibuatnya menjadi titik balik yang amat drastis menguntungkan bagi Yamaha. Padahal jika kita pikir, model motor skutik ini merupakan keputusan yang penuh resiko, dikarenakan skutik ini sama sekali bukanlah hal yang familiar bagi kebanyakan pengguna motor saat itu. Namun demikian keputusan yang telah dibuatnya bisa merubah nasib secara mengejutkan.
            Lain hal dengan organisasi atau perusahaan yang mengambil keputusan yang tidak dipertimbangkan dengan baik-baik sehingga menghasilkan buah yang tidak diharapkan seperti bangkrut. Contohnya seperti perusahaan teknologi IBM. Perusahaan ini pada awalnya menguasai pasar komputer sebesar 70%, namun karena salah mengambil keputusan yaitu memberikan harga yang tinggi dan tidak mau memproduksi komputer jenis notebook atau labtop, maka IBM kalah bersaing dengan pesaingnya seperti ASUS, HP, Acer, Toshiba, dan lain-lain sehingga pangsa pasarnya menurun drastis hingga menyisakan 24% saja. Walaupun IBM melakukan perbaikan dan strategi yang baru, namun untuk kembali ke angka 70% masih sangat jauh. Saat ini pangsa pasar IBM hanya mencapai 30-an% saja. Kesalahan lain yang dibuat oleh IBM ialah mencoba bekerja sama dengan Bill Gates (pendiri Microsoft) untuk bermaksud mengembangkan Sistem Operasi (OS) nya yakni PC-DOS. Biaya IBM untuk proyek ini adalah $80,000.
 Dari dua hal diatas kita dapat melihat bahwa betapa pentingnya sebuah pengambil keputusan dalam penentu nasib organisasi. Dan berdasarkan dari pengalaman tersebut, maka ada baiknya kita perlu lebih dalam lagi mengetahui konsep serta metode-metode tentang proses pengambil keputusan serta proses memengaruhi di dalam organisasi, sehingga bisa  mengambil langkah yang tepat menuju keberhasilan. Memang semua ilmu manajemen dan kekuasaan telah kita pelajari untuk membuat organisasi menjadi lebih baik, namun semuanya itu tidak terlepas dari pengambil keputusan (decision making) sederhana yang membuat nasib organisasi tersebut drastis menjadi sejahtera atau gagal (bangkrut). Sama halnya dengan pengambilan keputusan dalam hidup kita sehari-hari. Misalnya dalam rumah tangga, seorang ayah harus mengambil keputusan untuk membagi ratakan nafkah kepada istri dan anak-anak nya, seta keperluan lain yang sekiranya sangat dibutuhkan untuk kelangsungan kehidupan rumah tangga tersebut, begitu pula dengan organisasi.. Oleh sebab itu, kita akan lebih dalam mempelajari proses dalam organisasi sehingga bisa mengerti apa saja yang harus dilakukan oleh seorang manajer sebagai pengambil keputusan agar bisa menjaga organisasi nya dengan baik.




PEMBAHASAN
PROSES ORGANISASI




PENGERTIAN ORGANISASI
Menurut Ernest Dale, organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan ,pengembangan ,dan pemeliharaan suatu struktur atau pola hubungan kerja dari orang orang dalam suatu kerja kelompok.Sedangkan menurut  CYRIL SOFFER ,organisasi adalah perserikatan orang otang yang masing masing di beri peran tertentu dalam suatu system kerja dan pembagian dimana pekerjaan itu di perinci menjadi tugas tugas,dibagikan kemudian digabunglagi dalam beberapa bentuk hasil.Secara umum dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah sekelompok orang yang saling bekerja ama untukmencapai tujuan bersama .
Ciri Ciri Organisasi
Adapun ciri ciri suatu organisasi adalah sebagai berikut;
a)    Lembaga social yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang di tetapkan.
b)    Di kembangkan untuk mencapai tujuan bersama
c)    Secara sadar di koordinasikan dan ,dengan sengaja,disusun.
d)    Instrument social yang mempunyai batasan yang secara relative dapat diidenfikasi.

***
PENGERTIAN TEORI ORGANISASI
Teori organisasi secara umum bias di artika sebagai suatu pikiran yang merupakan sekelompok orang yang membagi tugas secara terstruktur untuk mendapatkan pedoman yang ingin dicaoai bersama- sama.
Teori organisasi adalah teori yang berusaha menerangkan/meramalkan bagaimana organisasi dan orang di dalamnya berprilaku dalam berbagai struktur organisasi ,budaya dan lingkungan untuk mencapai tujuan.




MISI DAN TUJUAN ORGANISASI
Sebelum prganisasi menentukan tujuannya, misi /maksud organisasi lebih dahulu ditetapkan.MISI adalah suatu pernyataan umum dan abadi tentang maksud organisasi.Sedangkan misi organisasi adalah  maksud khas (unik) dan mendasar yang membedakan organisasi dari dari organisasi lainnya dan menidentifisikan ruang lingkupnperasi dalam hal produk dan pasar.
Etzioni mendefinisikan tujuan organisasi sebagai;
a)    Suatu pernyataamn tentang keadaan yang diinginkan di mana organisasi bermaksud untuk merealisikan.
b)    pernyataan tentang keadaan di waktu yang akan di dating dimana organisasi sebagai kolektivitas mencoba untuk menimbulkannya,
terdapat dua unsur penting tujuan ,yakni;
a)    hasil hasil akhir yang diinginkan di waktu mendatang dimana usaha usaha /kegiatan kegiatan sekarang diarahkan.
b)    Tujuan dapat berupa tujuan umum,tujuan khusus, dan tujuan akhir.Tujuan umum (tujuan strategi ) secara operasional tidak dapat berfungsi sebelum dijabarkan terlebih dahulu ke dalam tujuan tujuan khusus yang lebih terperinci seuai dengan jenjang manajemen,sehingga membentuk hierarki tujuan
***
  FUNGSI TUJUAN ORGANISASI
Terdapat beberapa fungsi tujuan orgsanisasi antara lain:
a)    Pedoman bagi kegiatan.
Ini dilakukan melalui penggambaran hasil hasil di waktu yang akan datang.fungsi tujuan memberikan arah dan permutansan kegiatan organisasi mengenai apa yang harus dan tidak harus dilakukan.
b)    Sumber legitimasi.
Ini akan meningkatkan kemampuan organisasi untuk mendapatkan sumber daya dan dukungan dari lingkungan di sekitarnya
c)    Standar pelaksanaan
Bila tujuan dilaksanakan secara jelas dan dipahami,ini dapat memberikan langsung bagi penilaiaan pelaksanaan kegiatan (prestasi) organisasi.
d)    Standar motivasi
Ini berfungsi sebagai motivasi dan identifikasi karyawan yang penting pada kenyataanya tujuan organisasi sering memberikan insentif bagi para anggota.
e)    Dasar rasional pengorganisasian
Tujuan organisasi merupakan suatu dasar perancangan organisasi

***
Proses Organisasi
Perilaku ini memberikan kehidupan terhadap struktur organisasi. Apabila proses ini tidak berfungsi dengan baik, masalah yang tidak diinginkan akan berkembang, seperti cerita di bawah ini.
Ketika Sandy Sherman memilih bidang utama pemasaran sebagai mahasiswa di College, ia yakin bahwa sastu hari ia akan bekerja di bidang tersebut. Ketika ia menelesaikan MBA, ia bertambaha yakin dari sebelumnya bahwa pemasaran akan menjadi kehidupan kerjanya. Karena cat an aademinya yang baik sekali, ia menerima beberapa tawaran kerja yang sangat menarik. Ia menerima tawaran dari satu perusahaan konsultan nasional terbesar, karena ia yakin bahwa perkerjaan ini memungkinkannya memperoleh pengalaman di be berapa area pemasran dan untuk berhubungan dengan berbagai perkerjaan yang menarik. Haari-hari lalunya di kampus, demikian dikatakannya pada professor favoritnya, “ merupakan hari yang menyenangkan sepanjang hidup sya, karena memperolah begitu banyak kesempatan karir yang luar biasa.
            Belum lama, saat mengunjungi kanto penempatan di cpllege, professor tersebut sangat terkejut mendengar Sandy mencari perkerjaan lain, demikian yang dikatakn pada direktu penempatan. Karena ia belum satu tahun di perusahaan konsultan, tentu saja profesornya menjadi heran. Ia meminta Sandy untuk menjelaskan dulu mengapa ia ingin berganti pekerjaan. Sandy  menjelaskan ,” saya rasa anda akan mengatakan, bahwa pengalaman pertama saya di dunia nyata merupakan kejutan dunia nyata. Sepanjang hari, saya duduk dan beribcara melalui telepon, mengajukan pertanyaan dan mengencek jawaban. Di sekolah pasca sarjana, saya dididik untuk menjadi seorang manajer, sedangkan di sini saya dididik untuk menjadi seorang manajer, sedangkan di sini saya melakukan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh seorang yang lulus sekolah menengah. Saya berbicara dengan atasan sayam dan ia mengatakan bahwa semua karyawan harus menurut. Baiklah, tetapi, mengapa mereka tidak mengatakan kepada sya ketika merekrut saya? Komunikasi yang tidak akurat telah berlangsung begitu lama.
            Model tersebut melibatkan tiga proses perilaku yang berkontribusi dalam kinerja organiasasi : komunikasi, pengambilan keputusan dan sosialisasi serta pengembangan karir.
1.    Komunikasi
Kelangsungan hidup organisasi terfantunf dari kemampuan manajemen menerima, meneruskan dan bertindak atas informasi. Proses komunikasi menghubungkan organisasi dengan lingkungan , demikian juga sebagai bagiannya. Informasi mengalir ked an dari organisai dan di dalam organisasi. Informasi mengintegrasikan aktivitas di dalam organisasi. Masalah Sandy Sherman berkembang karena informasi yang mengalir dari organisasi berbeda denga informasai yang beredar di dalam organisasi.

2.    Pengambilan Keputusan
Mutu pengambilan keputusan di suatu organuasu tergantung atas pemilihan sasaran yang tepat dan mengidentifikasikan cara untuk mencapainya. Dengan integrasi yang baik antara factor perilaku dan struktur, manajemen dapat meningkatkan kemungkinan tercapainya keputusan yang bermutu tinggi. Pengalaman Sandy Sherman menggambarkan  pengambilan keputusan yang tidak konsisten dari unit-unit organisasi yang berbeda ( SDM dan Pemasaran ) dalam memperkerjakan karyawan baru . organisasi tergantung pada keputusan individu maupun kelompok. Manajemen yang efektif membutuhkan pengetahan dari kedua tipe keputusan tersebut.
            Karena keputusan manajerial mempengaruhi kehidupan dan kesejahteraan manusia, etika memainkan peran utama. Apakah Sandy diberikan informasi yang realistic dan jujur mengenai pekerjaan ? kalau tidak, apakah terjadi pelanggaran etika danperekrut ? karena manajer mempunyai kekuasaan dikarenakan posisi mereka , poensi pengambilan keputusan yang tidak etis akan terjadi. Dari apa yang diberitakan dari surat kabar dan TV mengenai skandal dunia bisnis, pemerintah, kedokteran, politik, dan hokum, terdapat banyak bukti bahwa etika dalam pengambilan keputusan membutuhkan perhatian yang serius.

3.    Sosialisasi dan Pengembangan Karir
Individu memasuki organisasi untuk bekerja dan meraih sasaran karir. Sandy bergabung dengan perusahaan konsultan karena ia percaya akan memperoleh kesempatan karir yang bagus. Organisasi mempekerjakanindicidu untuk melakukan tugas tertentu – pekerjaan dari struktur organisai . Jadi, indvidu dan kepentingan organisasi serta sasaran harus berada dalam harmoi bila keduanya infin efektif. Sasaran Sandy pada saat itu tidak sesuai dengan sasaran organisaisi. Individu melalui waktu maupn pekerjaan akan berpindah dalam perjalanan karir yang lebih kurang telah dijelaskan oleh organisai. Sejauh mana keberhasilan mereka dalam karir, paling tidak tergantung dari seberapa jauh dapat beradaptasi dengan tuntutan organisasi.




DAFTAR PUSTAKA

Buku ORGANISASI Edisi kedelapan ( Gibson Ivancevich, Donnely)

PENGANTAR TEORI DAN PRILAKU ORGANISASI (Akhmad Subkhi, M,M dan Mohammad Jauhar,S.PD)


Jumat, 30 Oktober 2015

Internet of Things Menurut saya

Internet of thing menurut saya adalah dimana benda benda yang ada di sekitar kita yang saling berhubungan / berkomunikasi antara satu sama lain yang terkoneksi sebuah jaringan seperti internet.

Munculnya IOT ini sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dengan adanya IOT ini kita bisa mendapatkan informasi apapun yang kita inginkan ,contoh nyata dari IOT di kehidupan manusia adalah muncul nya SmartPhone,SmartPhone sangat sangat bermanfaat sekali bagi kehidupan manusia dengan adanya SmartPhone ini dapat untuk berkomunikasi antara smartphone satu dengan yang lainnya menggunakan jaringan internet dan memudahkan kita untuk berkomunikasi entah melalui sms, telepon atau media social dengan mudah,murah,cepat dan terjangkau.

Jumat, 16 Oktober 2015

Organisasi yang ada di lingkungan sekitar

Pengertian Organisasi
Organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang tersusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
Organisasi Menurut James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Pengertian / Definisi Organisasi Informal dan Organisasi Formal
1. Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengaitkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar, serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
2. Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak SD dan lain-lain.
Berikut adalah organisasi yang ada dilingkungan rumah tempat saya tinggal :
1. Rukun Warga (RW)

Rukun Warga adalah pembagian wilayah di Indonesia di bawah Desa atau Kelurahan (atau di bawah :Dusun atauLingkungan Kelurahan). Rukun Warga bukanlah termasuk pembagian administrasi pemerintahan, dan pembentukannya adalah melalui musyawarah masyarakat setempat dalam rangka pelayanan kemasyarakatan yang ditetapkan oleh Desa atau Kelurahan.
Rukun Warga dipimpin oleh Ketua RW yang dipilih oleh warganya. Dewasa ini banyak Pemilihan Ketua RW di Indonesia yang dimodel mirip dengan Pemilihan Presiden atau Pemilihan Kepala Daerah, di mana terdapat kampanye dan pemungutan suara. Sebuah RW terdiri atas sejumlah Rukun Tetangga.
Rukun warga merupakan organisasi masyarakat yang diakui dan dibina oleh pemerintah untuk memelihara dan melestarikan nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasarkan kegotongroyongan dan kekeluargaan serta untuk membantu meningkatkan kelancaran tugas pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di desa dan kelurahan. Setiap RT sebanyak-banyaknya terdiri dari 30 KK untuk Desa dan sebanyak-banyaknya 50 KK untuk kelurahan yang dibentuk berdasarkan Permendagri No.7/1983 tentang Pembentukan RT dan RW.
2. Rukun Tetangga (RT)
Rukun Tetangga adalah pembagian wilayah di Indonesia di bawah Rukun Warga. Rukun Tetangga bukanlah termasuk pembagian administrasi pemerintahan, dan pembentukannya adalah melalui musyawarah masyarakat setempat dalam rangka pelayanan kemasyarakatan yang ditetapkan oleh Desa atau Kelurahan. Rukun Tetangga dipimpin oleh Ketua RT yang dipilih oleh warganya. Sebuah RT terdiri atas sejumlah rumah (kepala keluarga).
Rukun tetangga merupakan organisasi masyarakat yang diakui dan dibina oleh pemerintah untuk memelihara dan melestarikan nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasarkan kegotongroyongan dan kekeluargaan serta untuk membantu meningkatkan kelancaran tugas pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di desa dan kelurahan. Setiap RT sebanyak-banyaknya terdiri dari 30 KK utk Desa dan sebanyak-banyaknya 50 KK utk kelurahan yg dibentuk berdasarkan Permendagri No.7/1983 ttg Pembentukan RT dan RW.
3. Karang Taruna
Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan di Indonesia. Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah Desa / Kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial. Sebagai organisasi sosial kepemudaan Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan serta pemberdayaan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomis produktif dengan pendayagunaan semua potensi yang tersedia dilingkungan baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang telah ada. Sebagai organisasi kepemudaan, Karang Taruna berpedoman pada Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga dimana telah pula diatur tentang struktur penggurus dan masa jabatan dimasing-masing wilayah mulai dari Desa / Kelurahan sampai pada tingkat Nasional. Semua ini wujud dari pada regenerasi organisasi demi kelanjutan organisasi serta pembinaan anggota Karang Taruna baik dimasa sekarang maupun masa yang akan datang.
Karang Taruna beranggotakan pemuda dan pemudi (dalam AD/ART nya diatur keanggotaannya mulai dari pemuda/i berusia mulai dari 11 – 45 tahun) dan batasan sebagai Pengurus adalah berusia mulai 17 – 35 tahun.
Karang Taruna didirikan dengan tujuan memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada para remaja, misalnya dalam bidang keorganisasian, ekonomi, olahraga, ketrampilan, advokasi, keagamaan dan kesenian.

CERITA TENTANG ORGANISASI YANG PERNAH SAYA IKUTI

                                        PENGALAMAN  BERORGANISASI 1

          Sebelum saya bercerita tentang pengalaman  organisasi yang pernah saya ikuti. Saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu organisasi. Organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
1. Organisasi Menurut Stoner: Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan orang-orang di bawah pengarahan manajer (pimpinan) untuk mengejar tujuan bersama.
2. Organisasi Menurut James D. Mooney: Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard: Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

TIPE-TIPE ORGANISASI
Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka. Namun dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.

ORGANISASI FORMAL
Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel.

ORGANISASI INFORMAL
Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan.
 
Nah, itu sedikit pengertian tentang organisasi. Sekarang saya akan menceritakan pengalaman organisasi yang pernah saya ikuti.
 
"BIG REDS TANGSEL"
 
        BIG REDS TANGSEL adalah suatu komunitas sepakbola penggemar club sepakbola LIVERPOOL FOOTBALL CLUB yang berasal dari  di Pamulang kota Tangerang selatan, Ide pembentukan komunitas ini sebenarnya tanpa sebuah kesengajaan, namun sebagaimana umumnya komunitas penggemar Liverpool FC terlahir, maka dengan kesepakatan bersama nama BIG REDS TANGSEL pun resmi menjadi nama komunitas ini,berkat terbentuk nya komunitas ini saya pun berminat untuk bergabung dengan komunitas ini karena saya pun juga penggemar dari Liverpool fc,dengan persyaratan yg tidak terlalu sulit dengan hanya menyertakan ktp ,saya pun resmi menjadi member BIG REDS TANGSEL ini,
         Kegiatan komunitas ini sangat menarik bagi saya karna selain kita bisa berkumpul dan nonton bareng pertandingan LIVERPOOL FC bersama member member BIG REDS TANGSEL ,dalam komunitas ini ada juga kegiatan rutin futsal yang di selanggarakan pada jumat pukul 19:00 malam dan  sepakbola pada minggu pukul 16:00 sore,dengan ada nya kegiatan ini selain bisa berkumpul bersama hidup saya pun berasa lebih sehat dengan ada nya kegiatan futsal dan sepak bola .Selain kegiatan itu komunitas ini juga mengadakan pertandingan persahabatan antara BIG REDS ragional kota kota lainnya ,dengan ada nya pertandingan persahabatan ini saya pun bisa mempunyaI teman dari ragional kota lainnya.
dengan saya mengikuti komunitas ini ,banyak sekali manfaat yang saya dapat dari mengikuti komunitas ini. Yaitu, belajar berorganisasi dalam lingkup kecil, belajar berinteraksi dengan orang banyak, belajar berani mengungkapkan pendapat dengan baik dan sopan di depan orang banyak serta saya juga diajak untuk berpikir lebih terbuka, dan belajar kepemimpinan dengan baik serta bertanggung jawab dan disiplin waktu. Dan masih banyak lagi manfaat yang saya dapat. 
 
 
 
 
 

Selasa, 16 Juni 2015

Resensi Novel tentang Manusia dan Kegelisahan


KANCING YANG TERLEPAS



Judul                    :  Kancing yang Terlepas
Pengarang          :  Handry TM
Penerbit              :  Gramedia Pustaka Utama (2011)
ISBN                     :  978-602-03-0101-3
Jml. Halaman     :  456 halaman
Penerbitan         :  2011
“Cinta Giok Hong terhadap Tek Siang hampir tulus, ketika prahara besar melanda Gang Pinggir. Di masa sulit menjelang kehancuran Orde Lama, keduanya terpaksa berpisah. Primadona Orkes Cina Tjahaja Timoer itu terjebak dalam pusaran intrik para tauke rakus. Ia diumpankan Tek Siang kepada lawan-lawannya, sekaligus dicintai sebagai kekasih simpanan.
Kelak, Giok Hong memaksa berontak terhadap takdirnya. Perlawanannya diwujudkan dalam penyamaran rahasia. Diduga, Boenga Lily adalah penjelmaan dari Giok Hong yang mencoba merebut kembali kegemilangannya. Sayang, sebuah kekuatan besar berusaha melenyapkannya.
Novel ini bercerita tentang perempuan, politik, dan kekuasaan. Masih tentang Indonesia, meski dari sisi pandang berbeda.”
Itulah sinopsis dari novel tersebut. Sebuah buku dengan setting teramat unik, bercerita tentang kawasan Gang Pinggir di sekitar tahun 1960-an dan dengan tokoh utama yang juga tidak biasa, seorang wanita yang terlibas kekacauan ekonomi dan politik di sekitar waktu peralihan antara orde lama dan orde baru. Sayangnya aku merasa penceritaannya tidak terlalu runut dan mulus. Ada jeda-jeda konflik yang membuat keseluruhan alur buku malah menjadi tidak utuh, misalnya periode antara hilangnya Giok Hong dan munculnya Boenga Lily terasa sangat kosong tanpa penjelasan. Mungkin maunya ini jadi misteri cerita, tapi kesannya malah hilang arah.
Untuk karakterisasinya, sejujurnya, aku tidak tahu pasti siapa tokoh utama novel ini sejak pertengahan kisah, saat Boenga Lily muncul. Jika ia memang benar penjelmaan tokoh Giok Hong yang telah setahun menghilang tanpa penjelasan, maka aku benar-benar kehabisan simpati padanya. Kisah ini mengubah sosok Giok Hong yang manis dan rapuh menjadi antihero yang menjengkelkan dan tanpa kesetiaan dan rasa hormat sedikitpun. Demikian pula tak jelas apa niat dan tujuannya muncul kembali di wilayah Gang Pinggir ini. Tindakannya membuat huru-hara di keluarga Tan Kong Gie, merendahkan Ing Wen (yang notabene dulu ada pelindung dan serupa ibu baginya - bagi Giok Hong) dan kemudian membingungkan Tek Siang sekaligus mampu mengadu domba Kong Gie dan Tek Siang. Untuk konflik politiknya, juga atas sangat sedikit terasa. Apa benar Boenga Lily ini antek pemerintah asing untuk membuat kekacauan di wilayah pecinan? Tidak jelas. Sekali lagi, aku merasa kunci konflik ini ada pada masa menghilangnya Giok Hong, tapi sampai akhir, tidak ada penjelasan yang memadai akan hal ini. Mungkin akan lebih pas jika cerita ini dikisahkan sepenuhnya dari pov sang primadona, sehingga pembaca dapat ikut melihat dan merasakan apa yang telah mengubah Giok Hong menjadi Boenga Lily dan apa motivasi sebenarnya ia kembali ke Gang Pinggir.
Meskipun demikian, setting dan nuansa Gang Pinggir jaman itu ditampilkan bagus sekali. Itu, dan ditambah ending yang meledak tak disangka-sangka di 4-5 bab terakhir, membuatku cukup menikmati novel ini. Untuk cetakannya bagus dan tanpa salah ketik. Judulnya sedikit aneh, meskipun saat membaca, yang kutangkap ini adalah perumpamaan tentang seseorang yang kehilangan akar keluarganya. Ilustrasi covernya, aku suka. Menggambarkan wajah seorang wanita yang memakai busana (topi) tradisional dengan sekuntum bunga Lili di depannya dengan warna-warna hijau dan salem yang mendominasi. Cantik sekali.

Contoh Kasus Manusia Dan Kegelisahan

Buruh Panci Korban Perbudakan Masih Trauma
Sembilan buruh korban perbudakan di pabrik panci Sepatan, Tangerang, masih terbelit rasa trauma. Contohnya Arifudin, penduduk Blambangan Pagar, Lampung Utara. Ketika Tempo bertandang ke rumahnya, sorot mata Arifudin penuh curiga dan selidik. Meski cenderung diam, kegelisahan tetap terpancar darinya. 

"Kami masih sangat takut, Mas," kata Arifudin, buruh korban penyekapan, Selasa, 7 Mei 2013. "Sebab, dua pengawas yang kerap berpakaian seragam polisi hingga kini belum ditangkap."

Selama beberapa bulan bekerja di CV Cahaya Logam, Arifudin kerap mendapatkan penyiksaan. Bekas luka di wajah dan kakinya adalah oleh-oleh dari dua pengawas pabrik panci dan kuali itu. Bahkan Arifudin masih dapat mengingat jelas penyiksaan demi penyiksaan yang dialami. "Bentakan dan pukulan rasanya kerap terngiang di telinga," katanya lirih. (Baca: 
Sehari, Buruh Panci Wajib Cetak 200 Wajan) 

Di rumah, Arifudin hanya mau menemui wartawan, pejabat daerah, dan polisi yang hendak memintai keterangan. Selain itu, ia takut si tamu adalah pengawas bersenjata di pabrik panci atau orang suruhannya. "Kami akan lega jika dua orang yang kerap menenteng senjata api
glaras panjang itu tertangkap. Dia sering mengancam akan menembak jika kami kabur." (Baca:2 Angota Brimob Disebut Terlibat Perbudakan Buruh) 

Kata buruh panci lainnya, Andi Gunawan, ada kemungkinan komplotan mandor panci bersenapan tengah berkeliaran di Lampung saat ini. Sebab, sistem perekrutan mereka sangat rapi. Bahkan para pengawas telah mempelajari latar belakang calon buruh yang hendak direkrut. "Semoga polisi cepat menangkap perekrut buruh, pengawas, dan pemilik pabrik," kata Andi.


SUMBER:
 http://nadyaep20.blogspot.com/2015/01/contoh-kasus-manusia-dan-kegelisahan.html

MANUSIA DAN PENDERITAAN

PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita.  Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.  Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin. Penderitaan  termasuk  realitas  dunia  dan  manusia.   Intensitas  penderitaan bertingkat-tingkat,  ada  yang  berat  ada juga  yang  ringan.  Namun  peranan  individu  juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh  seseorang  belum  tentu  merupakan  penderitaan  bagi  orang  lain.
Dapat  pula  suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "resiko" hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan diri dari-Nya. Untuk itu pada umumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikan-Nya? Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan.
Kepada manusia sebagai homo religius Tuhan telah memberikannya banyak kelebihan dibandingkan dengan mahluk ciptaannya yang lain, tetapi mampukah manusia mengendalikan diri untuk melupakannya ? Bagi manusia yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan cepat dapat menyadarkan dirinya untuk bertobat kepadaNya dan bersikap pasrah  akan  nasib  yang  ditentukan  Tuhan  atas  dirinya.  Kepasrahan  karena  yakin  bahwa kekuasaan Tuhan memang jauh lebih besar dari dirinya, akan membuat manusia merasakan dirinya  kecil  dan  menerima  takdir.  Dalam  kepasrahan  demikianlah  akan  diperoleh  suatu kedamaian  dalam  hatinya,  sehingga  secara  berangsur  akan  berkurang  penderitaan  yang dialaminya, untuk akhirnya masih dapat bersyukur bahwa Tuhan tidak memberikan cobaan yang lebih berat dari  yang dialaminya.
               Baik  dalam  A1  Quran  maupun  kitab  suci  agama  lain  banyak  surat  dan  ayat  yang menguraikan  tentang  penderitaan  yang  dialami  oleh  manusia  atau  berisi  peringatan  bagi manusia akan adanya penderitaan. Tetapi umumnya manusia kurang memperhatikan peringatan tersebut,  sehingga manusia mengalami penderitaan. Hal  itu  misalnya  dalam  surat  Al Insyiqoq  ayat 6 dinyatakan  "manusia  ialah  mahluk yang hidupnya penuh perjuangan. Ayat tersebut harus diartikan, bahwa manusia harus bekerja keras untuk dapat melangsungkan hidupnya.  Untuk kelangsungan hidup ini manusia harus menghadapi alam (menaklukan alam), menghadapi masyarakat sekelilingnya, dan tidak boleh lupa  untuk  taqwa  terhadap  Tuhan.  Apabila  manusia  melalaikan salah satu  darinya,  atau kurang  sungguh-sungguh  menghadapinya,  maka  akibatnya  manusia  akan  menderita.  Bila manusia itu sudah berkeluarga, maka penderitaan juga dialami oleh keluarganya. Penderitaan semacam  itu karena kesalahaanya sendiri.
             Berbagai  kasus  penderitaan  terdapat  dalam  kehidupan.  Banyaknya  macam  kasus penderitaan  sesuai  dengan  liku-liku  kehidupan  manusia.  Bagaimana  manusia  menghadapi penderitaan dalam hidupnya ? Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi secara medis  untuk  mengurangi atau menyembuhkannya. Sedangkan  penderitaan  psikis, penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya. Para ahli lebih banyak membantu saja. Sekali lagi semuanya itu merupakan "resiko" karena seseorang mau hidup. Sehingga enak atau tidak enak, bahagia atau sengsara merupakan dua sisi  atau masalah  yang  wajib diatasi.
SIKSAAN
Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk memaksakan pindah agama atau cuci otak politik.
Penyiksaan hampir secara universal telah dianggap sebagai pelanggaran berat hak asasi manusia, seperti dinyatakan Deklarasi Hak Asasi Manusia. Para penandatangan Konvensi Jenewa Ketiga dan Konvensi Jenewa Keempat telah menyetujui untuk tidak melakukan penyiksaan terhadap orang yang dilindungi (penduduk sipil musuh atau tawanan perang) dalam suatu konflik bersenjata. Penanda tangan UN Convention Against Torture juga telah menyetujui untuk tidak secara sengaja memberikan rasa sakit atau penderitaan pada siapapun, untuk mendapatkan informasi atau pengakuan, menghukum, atau memaksakan sesuatu dari mereka atau orang ketiga. Walaupun demikian, organisasi-organisasi seperti Amnesty International memperkirakan bahwa dua dari tiga negara tidak konsisten mematuhi perjanjian-perjanjian tersebut.
RASA SAKIT
Rasa sakit adalah rasa yang  mengakibatkan penderitaan bagi yang mengalaminya baik berupa siksaan ataupun rasa sakit yang disebab kan penyakit atau kecelakaan. Rasa Sakit, Penderitaan dan Siksaan mungkin sudah merupakan sebuah aturan dalam kehidupan manusia dan sudah menjadi proses sebab akibat. Karena mengalami siksaan orang akan merasakan sakit dan karena merasakan sakit orang akan mengalami penderitaan.
Ketika tidak merasakan kesakitan atau rasa sakit orang akan cenderung kurang mendekatkan diri kepada Tuhan. Namun ketika Rasa Sakit itu datang maka orang tersebut akan mendekat kepada Tuhan dan meminta kesembuhan. Sehingga nyatanya Rasa Sakit itu banyak memberikan hikmah, antara lain dapat mendekatkan diri penderita kepada Tuhan, dapat menimbulkan rasa kasihan terhadap penderita dapat membuka rasa keprihatinan manusia, rasa sosial, dermawan, dan sebagainya.
SUMBER PENDERITAAN
1. Nafsu
Nafsu adalah semua dorongan yang ditimbulkan oleh segala macam kebutuhan termasuk pula instink sehingga menimbulkan keinginan. Batas antara nafsu dan keinginan tidak terlalu jelas. Nafsu dapat menimbulkan gairah hidup pada manusia. Nafsu atau keinginan itu bisa menjadi suatu penderitaan / kehancuran jika kita tidak bisa mengendalikannya tetapi jika manusia itu bisa mengendalikan nafsu atau keinginannya maka manusia itu akan sukses di dunia maupun di alam akhirat.
2. Keinginan
Keinginan adalah sumber penderitaan ketika ia memperbudak kita dan membuat kita jadi orang lain. membuat kita kehilangan jati diri dan menyakiti diri sendiri. membuat kita kehilangan kemanusiaan. seperti seorang pengembara yang menunggu dalam sebuah pelayaran menuju dermaga yang tidak ada. keyakinan kadang tidak cukup memberi kebahagiaan. karena disamping itu ada kenyataan. kenyataan kadang tidak sesuai dengan harapan dan keinginan. sehingga keinginan hanya menimbulkan penderitaan.
3. Perasaan
Perasaan merupakan gejala psikis. Perasaan menyangkut suasana batiniah manusia. kalau manusia merasakan cinta, benci dan sebagainya. Perasaan timbul didalam bathin akibat kontak antara manusia dengan lingkungannya dari lingkungan menimbulkan reaksi dalam kaitan reaksi emosional. Reaksi emosional ini dapat sesuai dengan kehendak pribadi tapi ketika tidak sesuai dengan kehendak pribadinya maka akan timbullah rasa tidak puas sehingga timbullah rasa tidak senang, marah dan sikap negatif lainnya.
4. Pikiran
Pikiran disebut juga akal, budi. Dimilikinya budi atau akal ini pula memungkinkan manusia tahu atau mempunyai pengetahuan tentang sesuatu. Tahu dalam hal ini berarti menghubungkan secara mental sesuatu dengan sesuatu.
5. Kemauan
Kemauan disebut juga kehandak. Dimilikinya kemauan atau kehendak dalam diri manusia memungkinkan manusia memilih. Oleh karena itu kemauan atau kehendak ini dapat dikatakan sebagai pelaksana mengenai apa-apa yang telah di pertimbangkan oleh akal budi dan perasaan.
UPAYA MENGHINDARI DIRI DARI PENDERITAAN
Hidup dikehidupan dunia pasti tidak akan terlepas dari yang namanya penderitaan penderitaan, kesedihan dan kesusahan. Kondisi ini pula yang meliputi manusia tidak pernah luput dari yang namanya rasa sakit dan siksaan atas masalah yang di alami, sesuai dengan firman Allah SWT yang berbunyi :
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” [QS. al-Balad: 4]
Namun Allah SWT tidak akan memberikan cobaan atau penderitaan yang tidak bisa dihadapi oleh umatnya. Semua tergantung dari usaha yang dilakukan seseorang untuk menghadapi cobaan atau penderitaannya masing-masing. Usaha tersebuat bisa dilakukan baik itu dengan cara berpikir positif, berusaha keras, bahkan mendinginkan ataupun refreshing pikiran seperti jalan-jalan, melakukan hobby, hangout dengan teman teman, dan lain lain yang bisa membuat pikiran kita segar kembali dan dapat berpikir bagaimana mengatasi penderitaan atau masalah tersebut. Jadi dalam kata lain setiap masalah pasti ada jalan keluarnya namun itu bisa didapat dari apa yang kita perbuat untuk lepas dari penderitaan. Bahwa sesungguhnya dibalik penderitaan atau masalah itu ada kebahagiaan yang menunggu kita untuk meraihnya. 
 
 
SUMBER :

Manusia dan Kegelisahan

KEGELISAHAN

Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir,  tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan  hal  yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak.-gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya  berjalan  mundar-mandir  dalam  ruang tertentu  sambil  menundukkan  kepala, memandang  jauh ke depan sambil mengepal-ngepalkan tangannya, duduk termenung sambil memegang kepalanya, duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara, dan  lain-lain.
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresidari kecemasan.Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tecapai.
KETERASINGAN

Keterasingan berasal dari kata terasing, asal kata dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain,atau terpencil. Jadi, keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpisah dari yang lain atau terpencil.
Apapun makna yang kita lekatkan pada istilah keterasingan, yang jelas ia merupakan bagian dari hidup manusia. Sebagai bagian dari hidup manusia, sebagaimana juga kegelisahan, maka keterasingan pun memiliki sifat universal. Ini berarti bahwa keterasingan tidak pernah mengenal perbedaan manusia. Sebentar ataukah lama setiap orang akan pernah mengalami keterasingan ini, meskipun kadar atau penyebabnya berbeda-beda.
KESEPIAN

Kesepian berasal dari kata sepi, artinya sunyi, lengang, tidak ramai, tidak ada orang atau kendaraan, tidak banyak tamu, tidak banyak pembeli, tak ada apa-apa, dan sebagainya. Kesepian adalah keadaan sepi atau hal sepi. Contoh dari kesepian adalah sebagai berikut :
1.       Setelah anaknya yang telah menikah itu memiliki rumah sendiri, ibunya merasa kesepian.
2.       Setelah tembakan gencar itu berhenti, jalan-jalan tampak sepi. Orang-orang takut keluar, bahkan suara deru mobil pun tak kedengaran.
3.       Karena bapak dan ibunya kurang bergaul, ditambah keadaan hari itu hujan lebat, maka resepsi perkawinan anaknya sepi, tamu kurang sekali.
Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian merupakan bagian hidup manusia. Lama atau sebentar perasaan kesepian ini bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.
Sebab-sebab terjadinya Kesepian :
Bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian. Salah satunya adalah frustasi. Orang yang frustasi tidak mau diganggu,ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya. Ia lebih senang hidup sendiri. Contoh : Pangeran Sidharta, putra raja Kapilawastu, meninggalkan istana, tempat kemewahan, keramaian, dan keindahan. Karena frustasi menyaksikan kontradiksi keadaan diluar istana yang penuh penderitaan, maka ia meninggalkan istana dan pergi ke hutan ke tempat yang lebih sunyi untuk mencari hakikat hidup.
Bila kita perhatikan sepintas lalu mungkin keterasingan dan kesepian hampir serupa, tetapi sebenarnya tidak sama, walaupun keduanya ada hubungannya. Perbedaan antara keduanya hanya terletak pada sebab akibat. Kesepian merupakan akibat dari keterasingan dan keterasingan sebagai akibat sombong, angkuh, kaku, keras kepala, sehingga dijauhi kawan-kawan sepergaulan. Akibatnya, orang yang dijauhi itu hidup terasing, terpencil dari keramaian hidup sehingga mereka merasa kesepian.
KETIDAKPASTIAN

Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu (pikirannya) atau mendua, atau apa yang dipikirkan tidak searah dan kemana tujuannya tidak jelas. Itu semua akibat pikirannya yang tidak dapat konsentrasi. Ketidakkonsentrasian itu disebabkan oleh  berbagai sebab, yang paling utama adalah kekacauan pikiran.
Ketidakpastian atau ketidaktentuan adalah bagian hidup manusia. Setiap orang hidup pasti pernah mengalaminya. Bahkan anak kecil sekalipun pernah mengalaminya, misalnya, ketika anak kecil ditinggalkan ibunya, ia menangis kebingungan. Kebingungan itu menunjukan adanya ketidakpastian, seperti anak ayam yang kehilangan induknya.
Sebab-sebab terjadinya Ketidakpastian :
Menurut Siti Meichati dalam bukunya yang berjudul “Kesehatan Mental” menerangkan beberapa penyebab seseorang tak dapat berpikir dengan pasti. Sebab-sebab itu ialah :
1.      Obsesi
Obsesi merupakan gejala neurose jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus-menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau penyebab lain yang tidak diketahui oleh penderita. Misalnya selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia. Contoh : Seorang pedagang yang maju pesat, pada suatu saat berpikir olehnya ada kswan yang ingin menjatuhkannya. Pikirannya itu semakin menjadi-jadi, apalagi setelah ia mengalami kerugian.
2.      Phobie
Phobie adalah rasa ketakutan yang tak terkendalikan atau tidak normal terhadap sesuatu hal atau kejadian, tanpa diketahui sebab-sebabnya. Contoh : Orang yang takut terhadap tempat yang tinggi. Secara tidak sengaja, ia terus menelusuri jalan mendaki. Sesampainya di puncak ketinggian, ia ketakutan luar biasa.
3.      Kompulasi
Kompulasi ialah adanya keraguan yang sangat mengenai apa yang telah dikerjakannya, sehingga ada dorongan yang tidak disadari untuk selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang serupa berulang kali. Contoh : Keinginannya mengambil barang orang (mencuri), padahal barang itu tidak bermanfaat baginya, dan ia mampu andaikata ingin membelinya.
4.      Histeria
Histeria ialah neurose jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, atau sugesti dari sikap orang lain. Contoh : Neneng, seorang gadis yang cukup manis, suatu hari melihat pacarnya berjalan-jalan dengan seorang gadis yang belum pernah dikenalnya. Rasa cemburu berkecamuk di hatinya dan setibanya di rumah dia beteriak histeris.
5.      Delusi
Menunjukan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan keyakinan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat, tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman.
SUMBER-SUMBER KEGELISAHAN

Bukan merupakan sebuah kepastian bahwa akar penyebab kegelisahan selalu bermula dari faktor keluarga atau metode pendidikan yang diterapkan oleh kedua orang tua. Bahkan, terkadang ia muncul dari diri penderita sendiri dan itu merupakan faktor sangat dominan dan berpengaruh dalam semua aspek keberadaan manusia sampai akhir   hayatnya. Sumber penyebab kegelisahan antara lain:
1. Cinta Diri

Kecintaan seseorang terhadap dirinya merupakan hal yang wajar, namun sebagian orang telah berlebihan dalam mempertahankan cinta tersebut, sehingga terbebani dengan berbagai macam penderitaan dan rasa sakit. Dalam pembahasan ini, yang dimaksud cinta diri adalah kecintaan melampaui batas, perhatian berlebihan terhadap diri sendiri, dan sangat sensitif terhadap segala hal yang berkaitan dengan itu, sehingga ia tidak mendapati musibah yang lebih parah dari penyakit tersebut.
Ya perhatian yang berlebihan terhadap diri akan menyebabkan munculnya keinginan buruk dalam diri seseorang, seperti ingin meraih kecintaan dari semua manusia, mengharapkan kehadiran mereka dengan patuh dan mau melaksanakan perintahnya secara keseluruhan demi memperoleh  kerelaannya.
2. Lalai dalam Mengingat Allah

Dalam beberapa hadits dan riwayat Shahih disebutkan bahwa was-was dalam keadaan tertentu akan muncul sebagai akibat kelalaian seseorang dalam mengingat Allah, berpaling dari (mencari) hikmah-Nya, dan mengentengkan perintah dan larangan-Nya. Terkadang was-was juga akan muncul dari setan yang telah mengguncangkan  jiwanya.
Ya, orang yang hatinya bersih dan yakin kepada Allah tidak akan terkena penyakit ini, kecuali bila menderita cacat atau penyakit tertentu. Dari sudut pandang agama, mengingat Allah ibarat benteng kuat dan baju besi yang melindungi manusia dari berbagai macam bahaya, seperti penyakit kejiwaan. Sebagaimana, kita juga dapat menjadikannya sebagai pijakan dalam proses pengobatannya. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa was-was bisa muncul sebagai akibat perbuatan haram dan mungkar, sebaliknya mencari perlindungan Allah dapat mencegah seseorang dari dampak negatifnya.
3. Gejolak Hati

Terkadang was-was muncul dalam keadaan tertentu lantaran kegalauan hati yang sangat keras akan hal-hal yang spele dan remeh. Ketika ia tidak mendapatkan sesuatu yang dapat menyibukkan dirinya, ia akan memikirkan problem dan khayalan sia-sia, sehingga sering kali hal itu menyeretnya kedalam kubangan was-was.
Karena itu, ketika seorang anak kecil megotori badannya, maka ia akan segera melawan guncangan jiwa lantaran takut akan hukuman ibunya dengan cara mencuci kotoran tersebut berulang kali. Dan, pengulangan itu memberikan kemungkinan bagi muncul dan tertanamnya pemikiran yang bersifat was-was tersebut. Sebagian orang berkeyakinan bahwa pemikiran yang disertai perasaan was-was sebenarnya merupakan sejenis kegelisahan yang timbul dari penyakit kejiwaan yang dapat disembuhkan dengan mudah.
4. Rasa Takut dan Malu

Mungkin, sifat malu merupakan salah satu diantara faktor penyebab was-was, sebab seorang pemalu adalah orang yang takut berdiam diri dan inilah yang mengharuskan kita membahas tentang sebab-sebabnya pada anak-anak.
Karena itu, mereka yang pada masa kecilnya telah mendapatkan pelecehan dan perlakuan keras, pada masa dewasanya tidak akan mampu menghadapi problem yang sangat besar dan menyelesaikannya secara benar. Ini menunjukkan bahwa seorang pemalu akan berusaha dengan berbagai macam cara untuk melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya agar tidak menjadi bahan penilaian dan cemoohan orang lain. Inilah yang mendorongnya melakukan pekerjaan secara berulang agar dapat menyelesaikannya sebaik mungkin, yang pada akhirnya menjerumuskannya kedalam was-was.
5. Tidak Merasa Aman

Dalam keadaan tertentu, perasaan tidak aman merupakan faktor penyebab terjadinya was-was. Dengan kata lain, sebagian orang akan menderita was-was lantaran dirinya merasakan tidak adanya keamanan. Terkadang, perasaan semacam ini merupakan akibat dari lemahnya kepribadian dan tidak adanya kemampuan dalam mengendalikan   diri.
Tidak diragukan lagi bahwa benturan kejiwaan yang datang secara tiba-tiba pada diri seseorang akan mendorong munculnya perasaan tidak aman dalam diri , yang kemudian akan menyebabkan tertimpa was-was. Sebagaimana, tekanan jiwa akan menghilangkan perasaan aman dalam pikiran seseorang. Ini juga merupakan penyebab lemahnya kepribadian dan menjadikannya sebagai sasaran empuk bagi penyakit was-was.
6. Jiwa yang Lemah

Kelemahan jiwa dalam diri seseorang dapat mencapai suatu taraf dimana ia sendiri kehilangan kekuatan untuk mengendalikannya, sehingga kita mendapatinya dengan terpaksa menyerah dihadapan kejadian-kejadian yang dialaminya. Ketika ia menampakkan keinginan agar seluruh pekerjaannya sebanding dengan orang yang lebih utama darinya, maka perasaan ini akan berubah kedalam bentuk perasaan lemah.

sumber:

Minggu, 14 Juni 2015

CERPEN YANG BERKAITAN DENGAN HUBUNGAN MANUSIA DAN CINTA KASIH

Seorang wanita yang betul betul mendamba…. seorang yang bisa ia cintai…..
tiba tiba ia betul betul mendapatkannya..
hubungan yang tak terduga sebelumnya…
inspirasi..motivasi ada dalam diri si wanita..
sumber yang tak diduga berasal dari diri kekasihnya…
akhirnya cinta pun semakin mendalam menyertainya..menyertai hidupnya….
jumpa pun berlanjut diantyara mereka….
kebahagiaan pun kulihat diantara wanita dan kekasihnya itu….
tapi suatu waktu…
aku melihat kejanggalan diantara hubungan yang mereka jalin
tak seperti yang kulihat sebelumnya…
tak begitu lama..mereka seperti dua hati yang terbelah…
perbedaan mulai muncul disaat menyamakan tujuan mereka lakukan….
tangis pun sering kudengar dari mulut, mata dan hati wanita itu…
memang sepihak aku melihat…
hanya dari sisi wanita bukan sipria kekasihnya…
akhirnya aku ketahui bahwa hubungan mereka terjalin dari kesalahpahaman dan rasa tak enak semata….
ternyata sipria selama ini menganggap dia adik semata…
seperti halnya sipria itu menganggap adiknya sendiri, ya Tuhan…..
tapi si wanita memang tak menduga sebelumnya…
karena yang ia rasakan lain dihatinya
bukan sekadar kakak buat dia….
sikap, cara dan gelegat yang sipria perlihatkan sudah melebihi seorang kakak….
entah dari sudut mana si wanita mengartikan semua tentang sipria itu….

MANUSIA DAN KEINDAHAN

Manusia dan Keindahan
Manusia dan Keindahan
Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan ALLAH swt yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan kita pun bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau buruk (negatif) buat diri kita sendiri. Selain itu dapat diartikan manusia secara umum adalah manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosil. Karena bukan hanya diri sendiri saja tetapi manusia perlu bantuan dari orang lain. Maka sebab itu manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial.
Keindahan
Keindahan, sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari kata indah,artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan identik dengan kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun kelihatanya indah tapi tidak mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah.
Keindahan bersifat universal, artinya keindahan yang tak terikat oleh selera perorangan, waktu, tempat atau daerah tertentu, bersifat menyeluruh. Segala sesuatu yang mempunyai sifat indah antara lain segala hasil seni, pemandangan alam, manusia dengan segala anggota tubuhnya dan lain sebagainya. Dalam bahasa Latin, keindahan diterjemahkan dari kata “bellum” Akar katanya adalah “benum” yang berarti kebaikan. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Prancis “beao” sedangkan Italy dan Spanyol ”beloo”.
Dalam arti luas meliputi keindahan hasil seni, alam, moral dan intelektual. Dan dalam arti estetik keindahan mencakup pengalaman estetik seseorang dalam hubunganya dengan hubunganya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Sedangkan dalam arti terbatas keindahan sangat berkaitan dengan keindahan bentuk dan warna.
Sesungguhnya keindahan itu memang merupakan suatu persoalan filsafati yang jawabannya beraneka ragam. Salah satu jawaban mencari ciri-ciri umum yang ada pada semua benda yang dianggap indah dan kemudian menyamakan ciri-ciri atau kwalita hakiki itu dengan pengertian keindahan. Jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast).
Hakekat dari Keindahan
Keindahan adalah susunan kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal kulitas yang paling disebut adalah kesatuan (unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).
Herbet Read merumuskan bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia. Filsuf abad pertengahan Thomas Amuinos mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.

Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Keindahan dalam arti luas, menurut Aristoteles keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan
2. Keindahan dalam arti estetik murni, yaitu pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas, yaitu yang menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa keindahan bentuk dan warna

Keindahan identik dengan kebenaran, keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah yang tidak mengandung kebenaran tidak indah.

Ada 2 nilai yang penting dalam Keindahan :
1. Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
2. Nilai intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut. Contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.

Teori estetika keindahan menurut Jean M. Filo dalam bukunya “Current Concepts of Art” dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu bersifat subjektif adanya, yakni karena manusianya menciptakan penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya sendiri.
2. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan bersifat objektif adanya, yakni karena keindahan itu merupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek.
3. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara yang subjektif dan yang objektif, artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi pertemuan antara subjek manusia dan objek substansi.
Ada tiga hal yang nyata ketika seseorang menyatakan bahwa sesuatu itu indah, apabila ada keutuhan (Integrity) ada keselarasan (Harmony) serta kejelasan (Clearity) pada objek tersebut. Ini biasanya disebut sebagai hukum keindahan

Hubungan Manusia dan Keindahan
Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga kia perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya dapat menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur politik. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan merupakan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Sesuatu yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena itu hanya tiruan lukisan Monalisa yang tidak indah, karena dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep dalam seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.
Manusia yang menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan. Pengalaman  keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut.
Keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan mempunyai daya tarik yang  selalu bertambah,  sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang yang mempunyai konsep keindahan adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif dalam menghubungkan benda satu dengan yang lainya. Dengan kata lain imajinasi merupakan proses menghubungkan suatu benda dengan benda lain sebagai objek imajinasi. Demikian pula kata indah diterapkan untuk persatuan orang-orang yang beriman, para nabi, orang yang menghargai kebenaran dalam agama, kata dan perbuatan serta orang –orang yang saleh merupakan persahabatan yang paling indah.
Jadi keindahan mempunyai dimensi interaksi yang sangat luas baik hubungan manusia dengan benda, manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan bagi orang itu sendiri yang melakukan interaksi.
Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Tujuannya tentu saja dilihat dari segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan bagi manusia secara kodrati.
Ada beberapa alasan mengapa manusia menciptakan keindahan, yaitu sebagai berikut:
1)      Tata nilai yang telah usang
2)      Kemerosotan Zaman
3)      Penderitaan Manusia
4)      Keagungan Tuhan


Sumber : http://oebudhi.blogspot.com/2012/04/manusia-dan-keindahan.html