Jumat, 17 Juni 2016

2.CARI ARTIKEL TENTANG MASALAH MASALAH KEJIWAAN


Apa itu trypophobia? Apakah Anda seorang trypophobic? bagi anda yang belum mengetahui trypophobia ulasan dibawah akan menjelaskannya dan diteruskan dengan penanganan untuk mengatasinya.
Apa itu trypophobia?
Phobia adalah perasaan takut yang berlebihan terhadap sesuatu hal atau fenomena. Tripophobia dianggap sebagai perasaan takut berlebihan pada lubang-lubang kecil dalam cluster asimetris. Jika anda merasa takut, merinding, gatal dan tidak nyaman melihat lubang-lubang kecil seperti sarang lebah madu, jamur, biji bunga teratai,  gelembung, atau terumbu karang bisa jadi anda menderita trypophobia.
Kebanyakan penderita trypophobic mulai merasa tidak nyaman, aneh, merinding bahkan gatal di seluruh tubuh, setelah mereka melihat lubang-lubang kecil. Saat ini, trypophobia digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang memiliki ketakutan berlebihan pada lubang di kulit termasuk pori-pori.
Lubang kecil pada pori kulit menjadikan orang trypophobic menjadi stres, karena mereka percaya bahwa lubang tersebut akan tumbuh dan menjadi lubang besar di kulit. Ada beberapa kasus bahwa orang orang dengan trypophobia menjadi paranoid setelah tergigit serangga karena mereka berpikir gigitan tersebut akan membesar.
Meskipun banyak orang yang mengaku menderita trypophobia tetapi pihak American Psychiatric Associationâ??s Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders tidak mengakui kondisi tersebut sebagai fobia yang sesungguhnya.
dari merdeka.com bahwa gejala yang timbul kemungkinan besar berasal dari rasa jijik yang timbul akibat melihat benda berlubang kecil. Adalah reaksi bawah sadar seseorang akibat rasa takut terhadap penyakit tertentu. Contohnya kondisi cacar air yang membuat kulit meninggalkan bekas bintik-bintik kecil yang sebagian orang menganggapnya menjijikkan.
Jika anda seorang yang merasa menderita trypophobia maka berusahalah menghilangkan pikiran tersebut. Namun jika memang sangat diperlukan, anda bisa coba salah satu terapi berikut:
Terapi trypophobia
Seperti halnya jenis phobia lainnya, trypophobia bisa diobati. caranya antara lain
â?¢ Terapi Perilaku â?? menjalani terapi memungkinkan seorang individu untuk berubah dan mampu mengontrol perilaku yang tidak diinginkan. Melalui terapi, orang bisa belajar bagaimana mengatasi trypophobia terutama ketika mereka melihat lubang-lubang kecil.
â?¢ Terapi Kognitif â?? tujuan terapi ini kepada orang-orang trypophobic adalah untuk mengubah pola berpikir ketakutan yang tidak produktif. Penderita meneliti perasaan mereka kembali dan berusaha untuk memisahkan antara yang nyata dan tidak.
â?¢ CBT atau Cognitive Behavior Therapy.
ada beberapa terapis yang menggunakan campuran dari dua terapi diatas untuk menyembuhkan trypophobia. Penderita diajari keterampilan pemulihan yang bisa mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
â?¢ NLP atau Neuro-Linguistic Programming â?? dalam metode ini, orang yang terkena trypophobe pikirannya dalam melihat sesuatu diprogram ulang untuk mengurangi fobia. Ini jenis intervensi yang cepat dan efisien dalam menyembuhkan trypophobia. Selain itu, keterlibatan yang juga langsung dan mudah untuk diaplikasikan.
Jika Anda berpikir Anda memiliki rasa takut terhadap lubang-lubang kecil atau trypophobia, lebih baik bahwa Anda menjalani salah satu perawatan yang disebutkan di atas untuk mengatasi fobia kecemasan yang Anda miliki




1.CARI SALAH SATU JENIS TARIAN

TARI SAMAN
Tari Saman adalah sebuah tarian Suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian saman mempergunakan Bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011.[1]

Makna dan Fungsi
Tari Saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan (dakwah). Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.

Sebelum saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasihat-nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton.

Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan berkesinambungan, pemainnya terdiri dari pria-pria yang masih muda-muda dengan memakai pakaian adat. Penyajian tarian tersebut dapat juga dipentaskan, dipertandingkan antara grup tamu dengan grup sepangkalan (dua grup). Penilaian dititik beratkan pada kemampuan masing-masing grup dalam mengikuti gerak, tari dan lagu (syair) yang disajikan oleh pihak lawan.

Paduan Suara
Tari saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah. Tarian ini dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut syekh. Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna. Tarian ini khususnya ditarikan oleh para pria.

Pada zaman dahulu, tarian ini pertunjukkan dalam acara adat tertentu, di antaranya dalam upacara memperingati hari Maulid Nabi Muhammad. Selain itu, khususnya dalam konteks masa kini, tarian ini dipertunjukkan pula pada acara-acara yang bersifat resmi, seperti kunjungan tamu-tamu antar kabupaten dan negara, atau dalam pembukaan sebuah festival dan acara lainnya.    

Nyanyian Nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam:

Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.
Dering, yaitu rengum yang segera diikuti oleh semua penari.
Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
Syekh, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak.
Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.
Contoh lirik nyanyian Tari Saman
* Gerakan I:
** Penari:
Salamualaikum, kami ucapkan
Para undangan, yang baro teuka
Karena saleum, Nabi kheun sunnah
Jaroe ta mumat, tanda mulia

Mulia wareh, ranup lampuan
Mulia rakan, mameh suara
Ranup kuneng on, kamo bareujang
Kamo bareujang, wahai cendana
* Gerakan II:
** Penari:
Kutiding lahang ding heeum (tepuk)
Kutiding lahang ding heeum lahembot, bot la tiding la hembot, bot la tiding
la hembot, bot la tiding la hembot, bot la tiding
Hay me puteh puteh, hay me puteh puteh
La bungong si bungong puteh
La bungong si bungong puteh
Hay lon lhat bak binteh, hay lon lhak bak binteh
Bak binteh keu ayeum mata
Bak binteh keu ayeum mata
* Gerakan III:
** Penari:
Haay jalla
Tun mille la mille, jalla tun hey jalla
Tun mille la mille jalla tun
Lem burak menari lam ateuh
Runggunong lahombak, cabeung bungong hain aneuk aneuk leun kuak
Gerakan
Tarian Saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian saman, yakni tepuk tangan dan tepuk dada. Diduga, ketika menyebarkan agama Islam, Syekh Saman mempelajari tarian Melayu kuno, kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah islam demi memudakan dakwahnya .Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.

Tari Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik,kerena hanya menampilkan gerak tepuk tangan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini menggunakan bahasa Bahasa Gayo).

Penari
Pada umumnya, tarian saman dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki, tetapi jumlahnya harus ganjil. Pendapat lain mengatakan tarian ini ditarikan kurang lebih dari 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi. Namun, dalam perkembangan di era modern yang menghendaki bahwa suatu tarian itu akan semakin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Untuk mengatur berbagai gerakannya ditunjuklah seorang pemimpin yang disebut syekh. Selain mengatur gerakan para penari, syekh juga bertugas menyanyikan syair-syair lagu saman, yaitu ganit.

SUMBER :