2. CERITA FIKSI
Suatu zaman hidup lah tiga ekor babi kecil
yang hidup bersama ibunya. Ketiga ekor babi kecil ini begitu cepat tumbuh
besar. Suatu hari ibunda mereka memberi mereka wejangan untuk membangun rumah
tinggal masing-masing agar terhindar dari serigala. Serigala adalah binatang
yang paling ditakuti oleh ketiga ekor babi ini dan ibundanya. Spontan mereka
panik, mereka yang selalu bersikap seperti babi yang masih kecil dan manja
sekarang harus hidup mandiri.
Tibalah saat mereka mandiri, ketika mereka
berjalan bertemulah ketiga ekor babi itu dengan seorang yang membawa jerami.
Dengan cepat dan tanpa pikir panjang, babi pertama meminta jerami itu. Akhirnya
babi pertama membangun rumah berbahan jerami. Babi ketiga makin putus asa
ketika babi kedua bertemu dengan seseorang yang membawa kayu dan kayu itu
diberikan kepada babi kedua serta dengan cepat ia bangun rumah tersebut.
Babi ketiga dalam keputusasaan tetapi ia tetap
sabar. Akhirnya ia merasa senang ketia ia bertemu dengan seseorang yang membawa
bata dan memberikan bata itu padanya. Dalam sekejap rumah itu berdiri kokoh dan
babi ketiga yakin bahwa serigala tak akan memangsanya.
Masalah pun datang, serigala
mendatangi rumah tiap babi. Dengan sekali tiup saja, rumah babi pertama dan
kedua langsung roboh tak bersisa termasuk para pemiliknya si babi pertama dan
kedua. Dengan perut yang kenyang serigala mendatangi rumah babi ketiga, tentu
saja untuk memangsanya lagi. Ditupnya rumah babi ketiga berulang kali, hingga
angin dari tiupannya tak dapat berhembus lagi. Serigala marah dan kembali
merasa lapar.
Dengan berbagai akal serigala membujuk
babi ketiga. Mulai dari bertemu di kebun lobak pukul empat sore. Tapi babi
ketiga tahu bahwa serigala ingin memangsanya. Babi ketiga datang lebih awal dan
mengisi keranjangnya dengan lobak hingga penuh. Serigala makin kesal, ia pun
terus menerus membujuk babi ketiga tapi babi ketiga semakin cerdik.
Setiap tawaran serigala dijawab dengan
kata ia, tapi ia selalu datang lebih awal dan meninggalkan serigala agar
selamat. Meskipun ia harus menggelinding dalam sebuah tong yang ia beli ketika
mempunyai janji dengan serigala bertemu di festival.
Pada
akhirnya serigala termakan oleh rencananya sendiri. Riwayatnya berakhir ketika
ia ingin masuk ke rumah babi ketiga melalu cerobong asap. Babi ketiga yang
sungguh cerdik, dengan sigap memanaskan air dalam panci tak bertutup dan
diletakkan tepat diatas tungku hingga panas.
Kemudian, serigala pun jatuh dan
tersiram bahkan direbus hidup-hidup dalam panci yang berisi air panas tersebut.
Secara keseluruhan, buku cerita dongeng Tiga Babi Kecil ini memiliki alur yang
sangat menarik dan member beragai inspirasi. Pesan-pesan moralnya begitu banyak
dan bermanfaat terutama untuk anak-anak. Dalam pemaparannya juga digunakan
bahasa yang mudah dipahami. Namun, ada satu kekuangan, yaitu dalam cerita ini
kurang dipaparkan rasa gotong royong dan kekeluargaan dari para tokohnya
terutama tiga ekor babi kecil. Walaupun mereka ingin membangun rumah sendiri,
tetapi rasa gotong royong itu sangat diperlukan.
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar