Klasifikasi
Ilmu Pengetahuan
A.Definisi Klasifikasi Ilmu Pengetahuan
Menurut “ensiklopedia Indonesia” ilmu pengetahuan adalah
suatu sistem dari berbagai pengetahuan yang masing-masing didapatkan sebagai
hasil pemeriksaaan-pemeriksaan yang dilakukan secara teliti dengan menggunakan
metode-metode tertentu. Ilmu pengetahuan prinsipnya merupakan usaha untuk
mengorganisasikan dan mensistematiskan common sense, suatu pengetahuan yang
berasal dari pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari, namun
dilanjutkan dengan suatu pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan
berbagai metode.
Ilmu pengetahuan diambil dari kata bahasa inggris science ,
yang berasal dari bahasa latinscientia dari bentuk kata kerja scire yang
berarti mempelajari, mengetahui. Ilmu pengetahuan adalah suatu proses pemikiran
dan analisis yang rasional, sistematik, logis, dan konsisten.
Jika bisa saya ambil kesimpulan, ilmu pengetahuan adalah
suatu bidang yang berasal dari berbagai pengetahuan yang didapatkan sebagai
hasil dari suatu gejala yang dianalisa dan diperiksa secara teliti dengan
menggunakan metode metode tertentu (secara rasional, sistematik, logis, dan
konsisten) sehingga didapat penjelasan mengenai gejala yang bersangkutan. Jadi
ilmu pengetahuan itu konkrit dan tidak terbatas, yaitu dapat diukur
kebenarannya. Kehadiran objek dan subjek tidak dapat dipisahkan atau memiliki
keterkaitan satu sama lainnya.
B.Sejarah Ilmu Pengetahuan
Berdasarkan sejarah ilmu, maka zaman tertua dimulai dari
zaman kuno karena dalam pengentahuannya, manusia sudah dapat meramu makanan dan
membuat peralatan untuk berburu. Zaman kuno sendiri, terbagi menjadi beberapa
masa, yaitu:
Pada Zaman Yunani
Kuno
Bangsa
Yunani mulai mempergunakan akal ketika mempertanyakan mitos yang berkembang di
masyarakat sekitar abad VI SM. Diantara tahapan-tahapan sejarah lahirnya Ilmu
Pengetahuan yaitu sebagai berikut:
1. Pada Zaman Keemasan (1200 SM)
Zaman
keemasan Yunani kuno ialah periode "kaisar-kaisar bijaksana", tatkala
Cina diperintah dengan alim dan murah hati. impian zaman keemasan di Yunani
Kuno mengacu pada kebudayaan Minos-Misena, yang pudar pada masa Perang Troya
(kira-kira 1200 S.M.). Zaman itu merupakan inspirasi untuk perekaan mitos-mitos
Yunani.
2. Mitos (900 SM)
Perkembangan
yang paling signifikan berikutnya dalam sejarah Yunani adalah penciptaan
epos-epos Homer (kira-kira 900 S.M.), yang bahan-bahannya meluncur dari
kompleks mitos ini. Pada masa ini mitos berkembang dengan pesat dikalangan
masyarakat Yunani.
3. Sastra (600 SM)
Epos-epos
ini mengalihkan pelbagai mitos yang tak teratur menjadi bentuk yang puitis,
sehingga makna mitos menjadi lebih gamblang.
4. Filsafat (300 SM)
Manusia
belum mencapai wujud modern menurut Jaynes, baru "pada abad keenam
S.M." pola pikir primitif tergusur oleh "akal budi subyektif"
pada sekitar waktu itulah tampil filsuf pertama di Yunani Kuno, yang bernama
Thales (kira-kira 624-546 S.M.).
5. Ilmu
Kegiatan
filosofis diikuti oleh Aristoteles (384-322 S.M.). dialah filsuf utama Yunani
yang mula pertama membangun suatu sudut pandang "ilmiah", dalam
pengertian yang modern.
Filsafat lahir dari mitos, Jalan yang mengarah dari mitos
menuju ilmu, melalui sastra dan filsafat disebut "demitologisasi"
Mitos menggunakan imajinasi untuk mengungkap keyakinan.
Sastra memakai gelora jiwa untuk mengungkap keindahan.
Filsafat memanfaatkan pemahaman untuk mengungkap kebenaran,
Ilmu (science) menerapkan penimbangan untuk mengungkap
pengetahuan.
Alur Sejarah di Yunani Kuno
Lahir (Inspirasi)
Zaman Keemasan (1200 SM) Perang Troya
l
Imajinasi ----> Keyakinan
Mitos (900 SM) Epos
Homerik
l
Gelora Jiwa ---->
Keindahan
Sastra (600 SM) Thales.
l
Pemahaman ----> Kebenaran
Filsafat ( 300 SM ) Aristoteles.
l
Penimbangan ----> Pengetahuan
Ilmu
Pada hakikatnya
kelahiran cara berpikir ilmiah itu merupakan suatu revolusi besar dalam dunia
ilmu pengetahuan. Pada awalnya pola pikir manusia mengandalkan gagasan-gagasan
magi dan mitologi (mitos) yang tdak rasional dan bersifat gaib. Untuk lebih
jelasnya definisi mitos atau mistik yaitu: keyakinan, dorongan atas kekuatan
sesuatu yang sulit diukur di luar kemampaun diri manusia dan atau sikap pandang
sakralitas yang menamfikan realitas.
Kemudian
terjadilah perubahan pola pikir manusia menjadi logosentris. Dari proses inilah
ilmu dan peradaban manusia makin berkembang. Pola pikir manusia yang primitif
menjadi pola pikir akal budi subjektif karena manusia ini mempunyai naluri
(rasa penasaran) ingin mencari kebenaran sehingga manusia banyak bertanya apa
yang diyakininya dari sinilah manusia mampu membedakan mana yang riil dan yang
mana ilusi pada akhirnya tiba pada kebenaran yang absolut atau causa prima.
C.Klasifikasi Karakteristik Ilmu Pengetahuan
Dalam menghadapi berbagai ilmu pengetahuan, orang akan
bertanya tentang jenis ilmu pengetahuan. Dengan perkataan lain, ilmu
pengetahuan, kita golongkan menurut jenis tertentu. Hal ini merupakan masalah
klasifikasi ilmu pengetahuan karena setiap klasifikasi menuntut suatu dasar.
Dengan demikian, kita akan mempersoalkan dasar itu dahulu.
Adapun Klasifikasi Ilmu Pengetahuan di bagi menjadi 3
(tiga), antara lain:
1) Klasifikasi berdasarkan Subjek
2) Klasifikasi berdasarkan Objek
3) Klasifikasi berdasarkan membeda-bedakan ilmu pengetahuan
alam dan ilmu sejarah.
Terdapat berbagai jenis ilmu pengetahuan dalam kehidupan
sehari-hari. Berikut ini adalah klisifikasi dari ilmu pengetahuan :
1.Matematika
Istilah matematika berasal dari bahasa latin yaitu
matematica. Istilah itu sendiri pada awalnya diambil dari bahasa yunani,
matematike (Mathein) yang artinya berpikir atau belajar. Matematika timbul
karena pikiran-pikiran manusia yang berhubungan dengan ide, proses dan
penalaran. Matematika sebagai ratu sekaligus pelayan ilmu merupakan bentuk
tertinggi dari logika. Sedangkan dipihak lain sebagai pelayan ilmu, matematika
memberikan bukan saja sistem pengorganisasian ilmu yang bersifat logis tatapi
juga menyatakan dalam bentuk model matematika. Banyak persoalan kehidupan yang
memerlukan kemempuan berhitung dan mengukur. Dan banyak persoalan atau
informasi disampaikan dengan bahasa matematika seperti diagram, grafik,
persamaan matematika ataupun tabel. Mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa
matematika justru lebih praktis, sistematis dan efisien.
2.Ilmu Pengetahuan Sosial
Ilmu Pengetahuan Sosial adalah suatu ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang kehidupan sosial dan menelaah masalah – masalah social yang
timbul dan berkembang, khususnya yang diwujudkan oleh warga Indonesia dengan
menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari
berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social .fenomena
sosial yang tejadi dalam suatu masyarakat tentunya mengalami berbagai
perubahan. Rekaman peristiwa demi peristiwa dalam kehidupan semakin berganti
dan tak terhentikan. Kemampuan sumber daya manusia pun dibutuhkan supaya
terjadi keselarasan dalam berbagai bidang untuk menjalani kehidupan yang
semakin kompleks. Ilmu pengetahuan sosial pun dibagi dalam beberapa klasifikasi
seperti, berikut adalah beberapa contoh klasifikasi Ilmu pengetahuan sosial :
Pengetahuan Sosial Geografi
Geografi berasal dari bahasa Yunani, yakni geos dan
graphein. Geos artinya bumi sedangkan graphein artinya tulisan. Jadi, secara
sederhana geografi bermakna tulisan atau cerita tentang bumi. Lengkapnya
geografi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia dengan
lingkungannya.
Pengetahuan Sosial Sejarah
Sejarah, dalam bahasa Indonesia dapat berarti riwayat
kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal usul keturunan
(terutama untuk raja-raja yang memerintah). Ilmu sejarah mempelajari berbagai
kejadian yang berhubungan dengan kemanusiaan di masa lalu.
Pengetahuan Sosial Sosologi
Sosiologi berasal dari bahasa yunani yaitu kata socius dan
logos, di mana socius memiliki arti kawan / teman dan logos berarti kata atau
berbicara. Menurut Bapak Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, sosiologi
adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk
perubahan-perubahan sosial.
Menurut ahli sosiologi lain yakni Emile Durkheim, sosiologi
adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang
mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu
di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu.
Pengetahuan sosial ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari
aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan
konsumsi barang dan jasa. Istilah “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος
(oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos), atau
“peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan
rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan
ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam
bekerja.
3, Ilmu Pengetahuan Alam
IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) atau sering disebut Sains, dalam
Bahasa Inggris
“Science” adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala
alam yang dapat dirumuskan kebenarannya secara empiris, Para ilmuan, termasuk
Sir Isaac Newton melakukan eksperimen atau penyelidikan terhadap gejala alam.
Kemudian, para ilmuan tersebut merumuskan temuannya untuk kemajuan bidang
pengetahuan dan teknologi. Beberapa ahli di berbagai bidang merumuskan suatu
definisi science yang operasional.:
♦
Fisher
Science adalah kumpulan pengetahuan yang diperoleh dengan
menggunakan
metode-metode yang berdasarkan observasi.
♦
Carin
Science adalah suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun
secara sistematik,
yang di dalam penggunaannya secara umum terbatas pada
gejala-gejala alam.
Perkembangan science tidak hanya ditunjukkan oleh kumpulan
fakta saja, tetapi
juga oleh timbulnya metode ilmiah dan sikap ilmiah.
♦ Nash
seorang ahli kimia, menekanakan bahwa science adalah suatu proses
atau suatu cara untuk meneropong dunia.
♦
Wigner seorang ahli fisika mendefinisikan science sebagai gudang /
penyimpanan tentang gejala-gejala alam.
♦
Bube, seorang ahli fisika
Science adalah pengetahuan tentang dunia alamiah yang
diperoleh dari
interaksi indera dengan dunia tersebut.
Deretan tersebut menunjukkan perbedaan objek dari yang
paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks. Objek ilmu pasti adalah
yang paling bersahaja karena hanya menyangkut angka yang mengikuti aturan
tertentu, pasti. Oleh karena itu, matematika disebut juga ilmu pasti. Meskipun
paling bersahaja, matematika juga merupakan alat bagi segenap ilmu pengetahuan.
Sementara itu, ilmu falak menambahkan unsur gerak terhadap matematika, misalnya
kinematika. Objek ilmu alam adalah ilmu falak atau matematika ditambah dengan
zat dan gaya, sedangkan objek ilmu kimia merupakan objek ilmu fisika ditambah
dengan perubahan zat. Unsur gejala kehidupan dimasukkan pada objek ilmu hayat.
Adapun sosiologi mempelejari gejala kehidupan manusia berkelompok sebagai
makhluk sosial.
Karakteristik Umum Ilmu Pengetahuan
Ciri Ilmu perlu memperhatikan dua aspek, yaitu : sifat ilmu
dan klasifikasi ilmu. Mengenai sifat ilmu akan dibahas dalam subbab ini,
sedangkan mengenai klasifikasi ilmu akan dibahas pada subbab selanjutnya.
Ilmu pengetahuan mempunyai sifat, antara lain:
- Sistematik
- Konsisten (antara teori satu dengan yang lain tak
bertentangan)
- Eksplisit
(disepakati dapat secara universal, bukan hanya dikalangan kecil).
- Ilmiah, benar (pembuktian dengan metode ilmiah).
Disamping itu suatu ilmu pengetahuan mempunyai ciri lain
yaitu:
- bukan satu, melainkan banyak (plural)
- bersifat terbuka (dapat dikritik)
- berkaitan dalam memecahkan.
Ciri khas nyata dari ilmu pengetahuan (science) yang tidak
dapat diingkari meskipun oleh para ilmuwan adalah bahwa ia tidak mengenal kata
“kekal”. Apa yang dianggap salah di masa silam misalnya, dapat diakui
kebenarannya di abad modern. Pandangan terhadap persoalan-persoalan ilmiah
silih berganti, bukan saja dalam lapangan pembahasan satu ilmu saja, tetapi
terutama juga dalam teori-teori setiap cabang ilmu pengetahuan. Dahulu,
misalnya, segala sesuatu diterangkan dalam konsep material (istilah-istilah
kebendaan) sampai-sampai manusia pun hendak dikatagorikan dalam konsep
tersebut. Sekarang ini terdapat psikologi yang membahas mengenai jiwa, budi dan
semangat, telah mengambil tempat tersendiri dan mempunyai peranan yang sangat
penting dalam kehidupan manusia.
Dalam redaksi lain dikatakan ilmu pengetahuan mempunyai
ciri-ciri umum yaitu:
- Obyek ilmu pengetahuan adalah empiris.
- Ilmu pengetahuan mempunyai karakteristik tersendiri, yaitu
mempunyai sistematika.
- Ilmu dihasilkan dari pengamatan, pengalaman studi dan
pemikiran.
- Sumber segala ilmu adalah Tuhan, karena Dia yang
menciptakannya.
- Fungsi ilmu adalah untuk keselamatan, kebahagiaan,
pengamanan manusia dari segala sesuatu yang menyulitkan.
Jadi setiap ilmu pengetahuan dapat dikatakan sebagai ilmu
pengetahuan bila memiliki ciri-ciri atau karakteristik umum diatas. Sementera
itu mengenai karakteristik khusus ilmu pengetahuan setelah adanya klasifikasi
ilmu pengetahuan akan diterangkan kemudian.
D.Contoh Klasifikasi Ilmu
Menurut
Prof. Dr. Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan
dalam tiga kelompok besar, yaitu Ilmu-ilmu Alamiah (natural science), Ilmu-ilmu
Sosial (social science), Pengetahuan budaya (the humanities). Berikut adalah
contoh ilmu pengetahuan pada masing – masing kelompok tersebut :
1. Ilmu-ilmu
Alamiah (natural science)
Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain ialah
astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.
2. Ilmu-ilmu
Sosial (social science)
Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu
ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial,
sosiologi hukum, dsb.
3. Pengetahuan
budaya (the humanities)
Pengetahuan budaya (The Humanities) dibatasi sebagai
pengetahuan yang mencakup kcahlian (disiplin) scni dan filsafat. Keahlian
inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang kcahlian lain, seperti
seni tari, seni rupa, seni musik, dll.
Daftar Pustaka :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar